Hangzhou (ANTARA) - Starbucks, waralaba gerai kopi dari Amerika Serikat, pada Jumat (29/8) membuka gerai konsep baru bertema warisan budaya takbenda di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China timur, sebagai bagian dari upaya ekspansi terbarunya di perekonomian terbesar kedua di dunia itu.
Gerai tersebut menjadi gerai Starbucks kelima yang mengadopsi tema tersebut di China, menyusul gerai serupa yang telah dibuka di Beijing, Shanghai, Suzhou, dan Nanjing.
Gerai baru ini terletak di bangunan komersial berusia hampir seabad di Jalan Hefang, sebuah jalur pejalan kaki bersejarah di pusat kota Hangzhou.
Gerai ini menampilkan instalasi seni dari kain hangluo gauze, sejenis kain sutra terkenal yang diproduksi di Hangzhou dengan mesin tenun tangan. Instalasi itu diletakkan di lantai satu. Sambil menikmati kopi, pelanggan dapat memandangi keindahan istimewa dari warisan budaya takbenda tersebut.
Teknik penenunan kain hangluo gauze terdaftar sebagai warisan budaya takbenda nasional China pada 2008.
Konsep gerai bertema warisan budaya takbenda ini berawal dari dua program kesejahteraan masyarakat yang diluncurkan Starbucks pada 2019 tentang pelestarian warisan budaya takbenda dan keterampilan perempuan pedesaan. Kedua program tersebut mencakup sekitar 50 keterampilan warisan budaya takbenda di 26 wilayah setingkat provinsi.
"Kami berharap gerai ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk memperkenalkan budaya kopi, tetapi juga sebagai jendela budaya bagi publik untuk merasakan vitalitas warisan budaya takbenda," kata Cheng Yiting, kepala Starbucks Wilayah China Timur II.
Starbucks telah beroperasi di Hangzhou selama lebih dari 20 tahun dan sekarang mengelola lebih dari 450 gerai di kota tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.